**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home Assessment Manfaat dan Tujuan Self Assessment
Manfaat dan Tujuan Self Assessment
Self-Assessment sebagai suatu metode perencanaan untuk perbaikan, tidak ditujukan sebagai proses untuk mendapatkan penghargaan atau award.  Mungkin merupakan bad news bila diingatkan bahwa ini bukan merupakan suatu yang dapat memberikan hasil yang instan, tapi lebih merupakan strategi jangka panjang untuk mendorong adanya suatu perbaikan yang kumulatif.  Namun berita ini bisa menjadi good news bila dipahami bahwa proses penilaian merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam berkontribusi secara signifikan untuk memperbaiki hasil akhir berupa perolehan laba.  Untuk itu, proses penilaian harus difokuskan perhatiannya kepada efektivitas metode yang digunakan organisasi, bukan kepada kinerja orang per orang. Sehingga dengan demikian orang/pejabat/pegawai yang organisasinya dinilai tidak merasakannya sebagai suatu “ancaman”, tapi merupakan suatu proses untuk secara mandiri memperoleh pengalaman pembelajaran yang positif. Bila proses penilaian seperti ini berulang secara konsisten menjadi suatu proses yang “closed-loop cycle”, akan mengarah kepada pemahaman yang lebih baik lagi untuk memperbaiki fungsi-fungsi organisasi dalam merencanakan dan melaksanakan perbaikan.
PLN Wilayah Bangka Belitung - salah satu unit pengguna Kriteria Baldrige di lingkungan PT (Persero) PLN lengkap termasuk proses Self-Assessment

David W. Hutton (2000) secara lebih spesifik menyebutkan bahwa suatu organisasi akan memperoleh sesuatu yang berharga dari suatu proses penilaian, karena akan perlu untuk:
  • Menetapkan secara lebih fokus sekumpulan prioritas perbaikan dan menyelaraskan seluruh upaya orang dalam organisasi dengan prioritas-prioritas ini.
  • Memastikan bahwa sumber daya yang terbatas digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan penting yang strategis.
  • Melampaui sekedar untuk memenuhi audit kepatuhan semata sebagai alat untuk pengujian dan diagnosis secara internal.
  • Menetapkan metriks untuk mengevaluasi dampak perubahan dan untuk mengkuantifikasi kemajuan.
  • Menciptakan lingkungan yang memajukan dan mendorong perubahan sehingga orang mau bahkan semangat untuk mengajukan gagasan perubahan dan perbaikan.
  • Mengkonsolidasikan hasil masa lalu dan mencapai terobosan kinerja lebih lanjut.
Setelah membaca artikel ini pembaca diharapkan dapat mengenal dan memahami implementasi Self-Assesment atas respons organisasinya terhadap Kriteria Baldrige sehingga mampu mengidentifikasikan kesenjangan (gap) antara produk yang dihasilkan dengan persyaratan dan harapan pelanggan yang terus berkembang, mengidentifikasikan tahapan perubahan proses ke arah peningkatan yang berkesinambungan, termasuk menetapkan sistem dan mekanisme yang memungkinkan keunggulan kinerja organisasinya.  Kesemuanya itu akhirnya dituangkan dalam penyusunan Laporan Umpan Balik (Feedback Report) yang berisi Strength dan OFI (Opportunity for Improvement) serta skor akhir penilaian.
 

Gallery

Lembayung Center