**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home Baldrige Tata Nilai dan Konsep Inti Organizational & Personal Learning
Organizational & Personal Learning
Pembelajaran Personal dan Organisasional 
Pencapaian level kinerja organisasional yang tertinggi memerlukan pendekatan yang well-executed terhadap pembelajaran perorangan maupun organisasional. Pembelajaran organisasional termasuk perbaikan terus menerus atas pendekatan yang eksisting dan perubahan yang signifikan, mengarah kepada tujuan dan pendekatan baru.  Pembelajaran perlu dilekatkan ke dalam cara-cara organisasi beroperasi. Ini berarti bahwa pembelajaran: (1) merupakan bagian yang tetap dalam pekerjaan sehari-hari; (2) dipraktikkan pada level perorangan, unit kerja, dan organisasi; (3) menghasilkan  pemecahan masalah pada sumbernya (“akar penyebab”);  (4) difokuskan pada membangun dan berbagi pengetahuan di seluruh organisasi; dan (5) digerakkan oleh peluang untuk melakukan perubahan yang memberi efek signifikan dan bermakna.  Sumber pembelajaran termasuk gagasan para tenaga kerja dan relawan, riset dan pengembangan (R&D), masukan dari pelanggan, berbagi best practice, dan benchmarking.

Pembelajaran Organisasional dapat memberi hasil berupa: (1) mempertinggi nilai pada pelanggan melalui produk dan layanan baru serta perbaikan-perbaikan; (2) mengembangkan peluang-peluang bisnis baru; (3) pengurangan kesalahan, kerusakan, pemborosan, dan biayanya yang berkaitan; (4) peningkatan daya respons (responsiveness) dan kinerja siklus waktu (cycle time); (5) peningkatkan produktivitas dan efektivitas penggunaan seluruh sumber daya; dan (6) mempertinggi kinerja organisasi dalam memenuhi tanggung jawab dan layanannya kepada publik. Sukses tenaga kerja sangat tergantung kepada peluang untuk pembelajaran personal dan penerapan ketrampilan baru.  Dalam organisasi yang tergantung kepada relawan, pembelajaran personal relawan juga penting.  Pembelajaran dan pengembangan mereka harus juga menjadi pertimbangan seperti halnya terhadap tenaga kerja.  Organisasi menginvestasikan pembelajaran personal melalui edukasi, pelatihan, dan peluang-peluang lain untuk kontinuitas pertumbuhan dan pengembangan.  Peluang seperti itu termasuk rotasi tugas dan kenaikan bayaran untuk imbalan atas peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.  On-the-job training memberi peluang untuk cara melatih yang cost effective serta mengaitkan secara lebih baik antara pelatihan dengan kebutuhan dan prioritas organisasional.  Program edukasi dan pelatihan mungkin akan mendapat manfaat dari penggunaan teknologi tingkat lanjut, seperti pembelajaran berbasis komputer dan internet serta pancaran melalui satelit.

Pembelajaran personal dapat menghasilkan: (1) tenaga kerja yang lebih puas dan mudah bergerak, (2) pembelajaran lintas fungsi, (3) pembangunan aset pengetahuan organisasi,  dan (4) perbaikan lingkungan untuk berinovasi.  Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya diarahkan kepada menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik, tetapi juga untuk lebih responsif, adaptif, inovatif, dan efisien – yang memberi kesinambungan pasar dan keunggulan kinerja dan memberikan kepuasan dan motivasi untuk maju kepada tenaga kerja.
 

Gallery

Lembayung Center