Archive for the “Assessment” Category

PT KHI Pipe Industries (Krakatau Steel Group) “Executive Briefing on MBNQA” dan Mulai Sibuk Menyusun Aplikasi 2010

Cilegon (HIS-LCI) KHI yang didirikan pada Tahun 1972 dengan pemegang saham saat ini, PT Krakatau Steel dan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk berlokasi di Kawasan Industri Cilegon, Indonesia. Perusahaan memproduksi Spiral Pipe:105,000 Ton/Th; ERW Pipe: 45,000 Ton/Th, dan Coating:200,000 Sqm/Th. Menyusul seluruh perusahaan yang bergabung di Krakatau Steel Group, Tahun 2009 PT KHI Pipe Industries mulai menerapkan Kriteria Baldrige dan langsung ikut Indonesian Quality Award 2009 dengan hasil: Early Results (skor 331) dan berada di urutan 23 dari 25 peserta.

image

Seakan terpacu dengan hasil permulaan ini, Tahun 2010 KHI bersepakat meluncurkan Program KHI Quality Award (KHIQA) pada Tgl 16 Februari 2010 dengan tujuan meningkatkan kinerja untuk keunggulan berbasis Kriteria Baldrige dengan indikator peningkatan skor sebesar 100 poin dibanding tahun lalu. Siap? Siap tidak siap – harus siap!.

image

Untuk membuktikan kesiapannya, serangkaian aktivitas telah disusun oleh Tim yang dikomandani Direktur Produksi dan Teknologi  Bpk Hidi Kuat Purwono. Senior Leaders telah memutuskan dan menunjukkan komitmennya dengan intensif hadir mengikuti “Executive Briefing on MBNQA 2010” dengan nara sumber dari Lembayung Center bertempat di Ruang Aula PT KHI Cilegon – sehari penuh Tgl 23 Februari 2010.

image

Mulai dari Bpk Hilman Hasyim selaku Presiden Direktur; Purwono  Widodo Direktur Komersil; Firman Isthiady selaku Direktur Keuangan dan SDM; serta Hidi Kuat Purwono Direktur Produksi dan Teknologi. Bersama-sama berupaya untuk mewujudkan Visi Perusahaan: ”To be a Regional major construction support company in providing steel pipes and other steel based products for infrastructure solution”.

Comments No Comments »

TINDAK LANJUT SETELAH PLNQA (PLN QUALITY AWARD)

Bandung (HIS-LCI) Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, telah diumumkan hasil penilaian PLNQA. Ini bukan akhir dari implementasi Kriteria Baldrige bagi suatu perusahaan atau organisasi. Berangkat dengan pemahaman bahwa Baldrige sebagai suatu kriteria menuju keunggulan kinerja, implementasinya merupakan investasi jangka panjang yang berkesinambungan.

Selamat, organisasi Bapak/Ibu telah mengikuti tantangan Baldrige.

Komitmen untuk mencapai keunggulan kinerja telah dibuktikan dengan keikutsertaan dalam PLN Quality Award 2009. Umpan balik yang disusun Penyelenggara Program sebagai respons organisasi atas aplikasi Kriteria Baldrige 2009 telah diterima. Isinya adalah garis besar Key Themes, serta uraian rinci identifikasi Strengths dan Opportunity for Iimprovement dan Skoring. …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

image

Dalam membaca Umpan Balik, ……

· Tarik nafas dalam-dalam dan baca dengan hati lapang dan pikiran terbuka. Kita membuat aplikasi untuk memperoleh umpan balik. Bacalah, buat ikhtisarnya, dan baca lagi,

· Nikmati Strengths karena kita telah bekerja keras dan cerdas, dan pantas untuk merayakannya,

· Tingkatkan terus apa yang sudah baik,

· Tidak semua komentar memiliki akurasi yang tinggi,

· Meskipun Penyelenggara bertekad menyusunnya dengan sempurna namun “tiada gading yang tak retak”,

· Prioritaskan “Opportunities for Improvement” karena kita tidak akan bisa melakukan segalanya dengan sekaligus dan sekali jadi,

· Pilih yang paling penting bagi organisasi dan tentukan apa yang harus dilakukan pertama kali,

· Gunakanlah umpan untuk Strategic Planning Process dengan memfokuskan kepada Strengths dan Opportunities for Improvement yang paling membawa dampak bagi pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi. ………………………………………………………………………………………………………………. ………………..

Kami berharap bahwa jajaran organisasi memastikan bahwa komentar dalam laporan umpan balik tersebut cukup jelas sehingga dapat digunakan dalam proses perencanaan guna perbaikan organisasi secara berkelanjutan.

Because, ……

Your feedback report contains Baldrige Examiners’ observations that are based on their understanding of your organization. The Examiner Team has provided comments on your organization’s strengths and opportunities for improvement relative to the Baldrige Criteria. The feedback is nonprescriptive. It will tell you where Examiners think you have strengths to celebrate and where they think improvement opportunities exist. The feedback will not say specifically how you should address these opportunities. The specifics will depend on what you decide is most important to your organization. Applicant organizations read and use feedback comments in different ways. We’ve gathered some tips and practices from prior applicants for you to consider: 

………………………………………………………………………………………………………………………………….

Continuous Improvement Berbasis Kriteria Bisnis Baldrige,…….

Program PLNQA dimaksudkan sebagai salah satu sumber untuk melanjutkan perjalanan menuju keunggulan kinerja. Sebagai peserta, tiba saatnya untuk melakukan evaluasi yang efektif guna menindaklanjuti umpan balik. Siapan berminat?, silakan hubungi Lembayung Center, karena kami punya paket: Konsep Continuous Improvement Berbasis Kriteria Baldrige.

Comments No Comments »

BUKAN SKOR BALDRIGE YANG PENTING, NAMUN TINDAK LANJUTI OFI DENGAN ACTION PLAN

Bergulirnya implementasi Kriteria Baldrige di tahun kedua ini ditandai dengan tahapan Self-Assessment di PT Pembangkitan Jawa Bali. Tim Asesor yang terdiri dari sepuluh orang yaitu: 1. Iman Sudiharto sebagai Team Leader, 2. Agung Purnomo sebagai Wakil Team Leader/Asesor, serta anggota: 3. David Wijayatno, 4. Wisnoe Satrijono, 5. M. Yossy Noval, 6. Dody Apriananta, 7. Edy Hartono, 8. Hartanto Wibowo, 9. Judi Rahmanu, dan 10. Rachmad Hariyadi; bergerak sejak tgl. 19 s/d 23 Oktober 2009. Tiga nama di urutan awal adalah Asesor Eksternal dari Lembayung Center yang membantu para Asesor Internal dalam program ini.

image

Hasilnya? Total skor adalah 446.  Namun, Bukan hasil berupa skor yang penting, namun langkah-langkah setelah Self-Assessment ini jauh lebih penting. PJB untuk selanjutnya siap untuk menghadapi Assessment yang sesungguhnya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah tindak lanjut perbaikan sesuai implementasi Baldrige yang benar.  Periode setelah Assessment selesai merupakan masa yang dipenuhi rasa ingin tahu tentang bagaimana hasilnya dalam proses penilaian secara keseluruhan. Tindak lanjut atas Assessment dimulai dengan meminta setiap partisipan untuk segera menyerahkan catatan pengalaman yang diperoleh selama Site Visitkemudian buat ringkasan Site Visit secara bersama-sama.

image

Ini bukan masalah upaya hanya untuk sesegara mungkin mengetahui kira-kira berapa skor yang akan diberikan Asesor, tapi lebih fokus kepada upaya untuk menyusun tindaklanjut Komentar yang berisi Stregth dan Opportunity for Improvement (OFI). Semua partisipan secara bersama-sama mendiskusikan Feed Back Report (Laporan Umpan Balik) yang diterima organisasi aplikan secara keseluruhan dan final. Seperti halnya pada saat menyusun aplikasi dan saat sebelum, selama, dan setelah site visit, hindari kebiasaan “resting on one’s laurels” atau “freezing” yang seringkali muncul setelah Laporan Umpan Balik diterima atau menganggap bahwa Baldrige Game telah selesai. Harus ditekankan bahwa tujuan akhirnya adalah mengimplementasikan OFI yang telah teridentifikasi dalam laporan umpan balik.

Laporan umpan balik dapat saja menimbulkan rasa apatis, kecewa atau bahkan rasa marah apalagi berkaitan dengan sedemikian banyak OFI yang muncul. Patut diketahui bahwa pemenang MBNQA pun pasti menerima banyak OFI. Manfaat nyata dari proses ini justru melalui OFI, karena dari situ – berbagai rencana perbaikan dapat dikembangkan.  Memang banyaknya OFI dapat menjadi beban yang berat dan mungkin dikesampingkan dengan tidak dibuatnya Action Plan.

image

Banyak organisasi bahkan bersikap defensif bahkan ofensif terhadap OFI dan tidak menganggapnya sebagai “prestasi” juga.  Setelah site visit – bagaimanapun hasilnya, perlu dibentuk suatu tim untuk mendistribusikan informasi isi laporan umpan balik. Tim sebaiknya terdiri dari akhli masing-masing kategori, pihak-pihak yang berkepentingan dari berbagai unit atau fungsi-fungsi, untuk memastikan pengetahuan dan sumberdaya yang diperlukan dapat tersedia.  Anggota tim perlu bekerja sama berkaitan dengan isu yang menyangkut unit/fungsi masing-masing sehingga tidak terjadi duplikasi kerja dan pembelajaran dapat maksimal. Konsensus di internal tim dan dan di organisasi sebagai suatu kesatuan merupakan hal yang krusial. Setiap orang harus diberi informasi mengenai Action Plan yang disusun untuk menanggulangi OFI dan dimintai masukannya guna pengambilan keputusan. Masukan bisa disampaikan melalui e-mail, rapat lintas fungsi dlsb. Waktu, sumber daya dan langkah-langkah Action Plan untuk menanggulangi OFI harus dijadwalkan untuk memastikan keberhasilan tindakan.

image

Implementasinya dapat mengikuti proses PDSA (Plan, Do, Study and Act) atau yang sekarang dikembangkan adalah ADLI (Approach, Deployment, Learning and Improvement).  Perbaikan atas OFI atau best practices yang dihasilkan dapat disebarluaskan di seluruh organisasi. Penyebarluasan tentang proses, prosedur, dan tools serta teknik yang dikembangkan bisa melalui konferensi internal, Intranet organisasi atau media komunikasi lainnya. Dengan fokus organisasi pada laporan umpan balik dan penaggulangan OFI kritis yang telah diprioritaskan, proses Self Assessment akan menjadi pendorong adanya perbaikan yang berkelanjutan. Bila semua proses ini dapat dilaksanakan, inilah Personal Learning, Organizational Learning, Knowledge Sharing serta Knowledge Management yang senyatanya.(HIS-1109)

Comments No Comments »

Say No to KKN, Peace.