Archive for the “Baldrige Criteria” Category

SEANDAINYA KPK MENERAPKAN BALDRIGE…………….

Bandung (HIS-LCI). Jutaan rakyat Indonesia seakan tersihir selama empat jam lebih di Hari Selasa mulai pk 11.00 s/d 16.00 WIB dengan mendengarkan rekaman KPK yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi yang disiarkan langsung oleh berbagai media masa. Berbagai perasaan, sikap, komentar, dan bahkan tindakan seakan tumpah ruah setelah mendengarkan isi rekaman tersebut yang didominasi suara Anggodo.  Menurut Undang-Undang, konon kabarnya bahwa KPK merupakan satu-satunya lembaga tinggi negara yang memiliki kewajiban Audit Kinerja. Seandainya tools manajemen yang digunakan atau diimplementasikan terhadap KPK adalah Criteria for Performance Excellence, ada beberapa persyaratan Baldrige yang harus direspons KPK berkaitan dengan proses dan hasil penyadapan atau rekaman kasus Anggodo tersebut.

Kesemuanya terangkum dalam Item 4.2 Management of Information, Knowledge, and Information Technology. Pertanyaan dasarnya adalah: Bagaimana Anda mengelola informasi, pengetahuan organisasional, dan teknologi informasi?  Item ini meminta uraian bagaimana organisasi KPK memastikan mutu dan ketersediaan data, informasi, piranti lunak (hardware), dan piranti keras (software) untuk Tenaga Kerja, Pemasok, Mitra, Kolaborator, dan Pelanggan. Diminta juga uraian bagaimana organisasi KPK membangun dan mengelola Aset Pengetahuan.

image

Beberapa multiple requirement yang signifikan direspons adalah sbb.

AREA 4.2.a. Data, Information, and Knowledge Management

SUBPART 4.2.a.(1) BAGAIMANA Anda memastikan bahwa properti data, informasi, dan pengetahuan organisasional berikut memiliki:akurasi, integritas dan reliabilitas, ketepatan waktu, keamanan dan kerahasiaan.

SUBPART 4.2.a.(2) BAGAIMANA Anda berusaha agar data dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh? BAGAIMANA Anda membuat agar data dan informasi tersebut dapat diakses oleh TENAGA KERJA, pemasok, MITRA, kolaborator, dan PELANGGAN?

SUBPART 4.2.a.(3) BAGAIMANA Anda mengelola pengetahuan organisasional agar dicapai: pengumpulan dan transfer pengetahuan TENAGA KERJA, transfer pengetahuan yang relevan dari dan kepada PELANGGAN, pemasok, MITRA, dan kolaborator; identifikasi, sharing, dan implementasi best practice yang cepat; penataan dan transfer pengetahuan yang relevan untuk digunakan dalam PROSES perencanaan strategis Anda?

AREA 4.2.b. Management of Information Resources and Technology

SUBPART 4.2.b.(1) BAGAIMANA Anda memastikan hardware dan software-nya reliable, aman, dan user friendly?

SUBPART 4.2.b.(2) Dalam keadaan darurat, BAGAIMANA Anda memastikan kontinuitas perolehan sistem hardware dan software serta kontinuitas perolehan data dan informasi?

SUBPART 4.2.b.(3) BAGAIMANA Anda menjaga agar mekanisme perolehan data dan informasi, termasuk sistem hardware dan software Anda sesuai dengan kebutuhan dan arah bisnis serta sesuai dengan perubahan teknologi dalam lingkungan operasi Anda?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan Criteria for Performance Excellence alias Kriteria Baldrige yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dari respons yang muncul, memang perlu adanya proses-proses pengujian seperti oleh ahli akustik, ahli bahasa, dan ahli hukum dll. Namun demikian, sedikit banyak akan membantu organisasi untuk menata setiap proses – meskipun parsial – dengan basis kesisteman.

Comments No Comments »

Bandung (HIS-LCI). Delapan tahun berlalu sejak peristiwa serangan pada 11 September 2001 di Amerika Serikat. Masih lekat dalam benak kita, gambar menara kembar World Tarde Center di New York terbakar dan mengepulkan asap hitam, sesaat setelah ditabrak dua pesawat komersial yang dibajak. Salah satu sisi gedung Pentagon yang hancur dan pesawat United Airlines penerbangan 93 yang jatuh di Pensylvania melengkapi gambaran mengerikan di hari itu.

image

Tragedi itu menuntun para pembuat kriteria Baldrige untuk mempertimbangkan peristiwa sejenis agar masuk menjadi salah satu persyaratan Baldrige. Hasilnya? Mulai Kriteria Baldrige Tahun 2005 (sampai sekarang) muncul pertanyaan kedua di Subpart 2.1.a(1): HOW does your PROCESS identify potential blind spots? Bagi pengguna Kriteria Baldrige sudah barang tentu adalah pemahaman tentang apa yang dimaksud “blind spot”. Penulis berupaya untuk menggali istilah ini. Paul Steel yang menjelang akhir Tahun 2004 memberikan Seminar

menjawab dengan jujur: “Mohon maaf Pak Iskandar, saya belum membaca dan memperdalam istilah tersebut”. Kemudian penulis berkorespondensi dengan Harry Hertz Ketua BNQP (Baldrige National Quality Program) dan beliau memberi definisi: A "blind spot" is an area that is inadvertently overlooked or missed. So, in Item 2.1 it is asking about how your planning process checks to avoid areas that might have been missed or overlooked. (Wed, 19 Jan 2005 16:57:16 -0500).

Beruntungnya lagi, guru penulis tentang Baldrige yang pertama di Tahun 2000, Dr. Luís María R. Calingo -bertemu lagi yang kedua kali pada acara Sharing Best Practice & Post Assessment Steps On Malcolm Baldrige Criteria di Jakarta (Thursday December 7th 2006). Dalam diskusi, beliau memberikan tambahan gambaran tentang “blind spot”. Menurutnya, sebab musababnya muncul istilah ini karena 9/11. Pengertiannya adalah sesuatu yang IMPORTANT, but UNKNOWN BEFORE. Karena kalau IMPORTANT, but KNOWN BEFORE, itu sudah harus masuk dalam Strategic Planning. Sudah semakin jelas sekarang. Menurut penulis: Dalam suatu proses Perencanaan Startegis yang unggul harus ada proses evaluasi, check and recheck, review dan yang sejenisnya – guna mengantisipasi sesuatu yang senyatanya terjadi dan mempengaruhi Rencana Strategis yang telah kita susun. Dengan demikian tidak mustahil adanya revisi, modifikasi, dan yang sejenisnya atas suatu Rencana Strategis yang telah ditetapkan. Salah satu bentuk faktor atau elemen L (Learning) dalam ADLI.(HIS 9/11-09).

Comments No Comments »

Bandung (HIS-LCI). Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB, berguncang menyusul gempa besar berkekuatan 7,3 skala Richter dan berpusat di kedalaman 30 kilometer di bawah dasar Samudera Indonesia atau 142 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga pukul 23.30 semalam, jumlah korban tewas mencapai 39 orang di lima wilayah kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sementara 57 warga dua desa di Kabupaten Cianjur selatan masih terkubur reruntuhan rumah akibat diterjang longsoran tebing menyusul gempa besar itu. Tercatat pula, 1.200-an rumah rusak ringan dan rusak berat di wilayah Tasikmalaya dan 976 di antaranya roboh diguncang gempa. (KOMPAS Hari Kamis Tgl 3 September 2009).

image

Bagi seorang muslim, diyakini bahwa: “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya (Surat Al Hadid ayat 22).

Lantas bagaimana peran Baldrige dalam bencana ini?. Sejujurnya Kriteria Baldrige telah jauh-jauh hari mengingatkan kita untuk bersiap menghadapi bencana, mengelola keadaan bila bencana itu benar-benar datang, dan bagaimana melaporkan dan mempertanggungjawabkan upaya kita dalam menghadapi bencana tersebut. Kesemuanya terangkum dalam Subpart 2.1a(2) dalam Perencanaan Strategis, Subpart 6.1c dalam Sistem Kerja, dan Subpart 7.5a(1) dalam Hasil Efektivitas Proses.

“Peringatan” Baldrige selengkapnya sebagai berikut.

Subpart 2.1a(2). BAGAIMANA Anda mengumpulkan serta menganalisis data dan informasi yang relevan dengan tetap mempertimbangkan faktor-faktor: “Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi Anda” sebagai bagian PROSES perencanaan strategis Anda.

Notes 3. Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi Anda (2.1a[2]) sebaiknya menunjukkan seluruh faktor yang menjadi kunci bagi sukses organisasi Anda di masa depan, termasuk: “kemampuan Anda untuk mencegah dan merespons keadaan darurat, termasuk bencana alam atau lainnya”.

AREA 6.1.c. Emergency Readiness

Subpart 6.1.c. BAGAIMANA Anda memastikan kesiapan SISTEM KERJA dan tempat kerja dalam keadaan bencana atau darurat? BAGAIMANA sistem kesiapan menghadapi keadaan bencana dan darurat mempertimbangkan pencegahan, pengelolaam, kontinuitas operasi, dan pemulihan?

Notes 3. Bencana dan darurat (6.1c) bisa berkaitan dengan cuaca, utilitas, keamanan, atau menyangkut keadaan darurat lokal atau nasional, termasuk potensi pandemik. Pertimbangan keadaan darurat yang berkaitan dengan teknologi informasi sebaiknya ditunjukkan dalam Item 4.2.

Subpart 7.5.a(1) Apa LEVEL saat ini dan TREND UKURAN atau INDIKATOR KINERJA KUNCI operasional SISTEM KERJA Anda termasuk kesiapan SISTEM KERJA dan tempat kerja menghadapi bencana atau darurat?

Nah.. jelas ‘kan Kriteria Baldrige sudah mengingatkan kita terhadap kemungkinan datangnya bencana. Tinggal bagaimana kita merespons peringatan tersebut. Mudah-mudahan: “Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar (Surat Ali Imran ayat 146).

Comments No Comments »

Say No to KKN, Peace.