**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
JA slide show
 
Home KPKU PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk
KPKU PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk

WORKSHOP PENYUSUNAN LAPORAN IMPLEMENTASI KPKU 2016

Bandung (120117). Kegiatan penyusunan Laporan Implementasi KPKU BUMN PT Kimia Farma (Persero), Tbk  Tahun 2016 workshop-nya dilaksanakan Tgl 10-11 Januari 2017 di Hotel Ruby Syariah Bandung. Acara dihadiri oleh Tim Penyusun yang diketuai Elisa Nainggolan. Pendampingan oleh Lembayung Center diwakili oleh Iskandar Sadikin.

Acara diisi dengan Rapat Persiapan dan Pendampingan KPKU BUMN PT Kimia Farma (Persero) Tahun 2016 berbasis KPKU BUMN 2015/Kriteria Baldrige 2013-2014.  Hasilnya adalah arahan dan pemahaman draf laporan yang terdiri dari tiga bagian. Bagian 1 Profil Perusahaan; Bagian 2 Kesisteman; dan Bagian 3 Hasil.  Laporan ini mrupakan kewajiban yang harus diserahkan kepada Penyelenggara KPKU BUMN untuk dijadikan dasar Asesmen.

*****

REVIEW PENYUSUNAN LAPORAN IMPLEMENTASI KPKU 2016

Jakarta (190117). Setelah sibuk menyusun Laporan Implementasi KPKU Tahun 2016 dengan mengadakan workshop di Bandung, PT Kimia Farma (Persero) Tbk melanjutkannya dengan bersiap-siap menghadapi Site Visit Asesmen KPKU BUMN Th 2016 yang akan dilakanakan Hari Senin s/d Jum’at Tgl 2327 Januari 2017.

Acara diisi dengan Quick Review atas draf LAPORAN IMPLEMENTASI TAHUN 2016 (KPKU BUMN 2015 - Berbasis Kriteria Baldrige 2013-2014).  Review dilaksanakan di Kimia Farma Learning Center Jl. Cipinang Cempedak I No 36 Jakarta. Hasilnya adalah banyak “tersisa kewajiban” untuk menyusun laporan final yang terdiri dari tiga bagian. Bagian 1 Profil Perusahaan; Bagian 2 Kesisteman; dan Bagian 3 Hasil.  Laporan ini menjadi “starting point” asesmen KPKU BUMN Th 2016.

 

Pelajaran berharga dari proses penyusunan Laporan KPKU Tahun 2016 ini antara lain adalah: 1. Tim Penyusun (Champion Team) perlu diperkuat dengan perwakilan  fungsi-fungsi yang ada di Kaef (Kimia Farma) sehingga lengkap "sumber informasi" yang diperlukan dan digunakan untuk menyusun Laporan termasuk perlu ada "writer/operator" yang "full time". 2. Jadwal acara dan penyusunan Laporan ditata secara lebih sistematis lagi berupa langkah-langkah: a. Pemahaman pertanyaan-pertanyaan KPKU, b. Workshop Penyusunan Draf Laporan, c. Review draf Laporan.  Kalau perlu ditambah dengan "Kiat Menghadapi Site Visit" khusus bagi Para Pemimpin Senior".  Next time better.....

*****

 KIAT MENGHADAPI SITE VISIT KPKU 2015

Jakarta (LCI-220515) Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero). Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik: PT Kimia Farma (Persero) Tbk – (“KAEF”).

    

Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Sejalan dengan kebijakan implementasi KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) di lingkungan BUMN sejak Tahun 2012,  KAEF untuk ketiga kalinya dalam Tahun 2015 ini bersiap lebih awal dalam mengimplementasikannya.  Tidak kurang dari 35 peserta mewakili seluruh jajaran perusahaan – termasuk anak perusahaan – mengikuti “Kiat Menghadapi Site Visit” yang diselenggarakan Hari Kamis Tanggal 21 Mei 2015 bertempat di Ruang Rapat Soekaryo Jl. Veteran No. 9 Jakarta Pusat.  Dibuka oleh Bpk Pujianto - Direktur Umum dan Human Capital, acara diisi dengan diskusi intensif sampai dengan pkl. 16.30 WIB. 

 

Beberapa hal yang “crucial” dalam implementasi KPKU di KAEF di antaranya adalah langkah pertama dalam “Mengidentifikasikan Batas Organisasional”  menurut proses baku dalam implementasi Baldrige sbb: 

 

SEPULUH LANGKAH MEMULAI PROGRAM: 1). Mengidentifikasikan Batas Organisasional. 2). Menunjuk 7 “Jawara”. 3). Menetapkan format penilaian. 4). Menyusun Profil  5). Memulai dengan Item 1.1 6). Menyelesaikan Item lainnya. 7). Mengidentifikasikan Kekuatan dan Peluang untuk Perbaikan 8). Menenetapkan Skala Prioritas.  9). Mengembangkan/ Mengimplementasikan Rencana Tindakan, dan 10). Mengevaluasi/Memperbaiki Proses. 

Langkah # 1:Identifikasi Batas Satuan Organisasi Yang Dinilai bertujuan:

Memastikan ruang lingkup area assessment

* Data dan informasi konsisten dikumpulkan dari area tersebut

* Champion (“Jawara”) dan anggota tim mewakili area tersebut

 

Perlu disepakati di awal penyusunan Laporan: menentukan apakah Self Assessment and Action Planning dan Implementasi selain meliputi keseluruhan organisasi, unit, subunit, divisi, dan bagian – termasuk juga “Anak Perusahaan” atau tidak?  Hal ini penting untuk mengklarifikasikan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk dalam Laporan dan Evaluasi Implementasi KPKU. (Akta Perusahaan sebagai Badan Hukum dan Bagan Struktur Organisasi merupakan alat yang bermanfaat dalam penentuan).

 

Gallery

Lembayung Center