**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home News
Berita Terbaru
DISJAYA IMS

 EXECUTIVE BRIEFING & PENGENALAN SISTEM MANAJEMEN UNTUK IMS

 

Jakarta (LCI240115) Selesai kick off Perancangan Disjaya IMS Senin Tgl 19 Januari 2015, seharian itu acara dilanjutkan dengan “Executive Briefing on IMS & Balrige 2015-2016” bagi Para Pemimpin Senior PT PLN (Persero) Disjaya dengan rincian sbb: Sesi  1  Konsep IMS; Kebijakan Manajemen; Review Tim Perancang; Materi & Jadwal Perancangan. Sesi 2 Overview MBNQA; Malcolm Baldrige, Kriteria Baldrige, MBNQA; Adopsi Kriteria di Indonesia (Perusahaan, IQA, KPKU); Memulai Program. Esoknya, mulai hari Selasa Tgl 20 s/d Jum’at Tgl 23 Januari 2015, di tempat yang sama acara dilanjutkan dengan Pengenalan Sistem Manajemen Untuk Integrated Management System kepada calon Tim Perancang Disjaya IMS.

 

Sistem Manajemen yang diperkenalkan dan didalami adalah:

·       Standar ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu

·       Standar ISO 14001:2004 Sistem Manajemen Lingkungan

·       Standar OHSAS 18001:2007 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

·       SMK3 PP 50 TH 2012: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

·       SMP PERKAP NO 24 TH 2007 Sistem Manajemen Pengamanan

·       Criteria for Performance Excellence 2015 – 2016

·     PAS 99:2012 Specification of Common Management System Requirement as a Framework for Integration;

Read more...
 
KRITERIA BALDRIGE 2015-2016

TIGA TEMA KUNCI PERUBAHAN KRITERIA BALDRIGE 2015-2016

 

Setelah dikaji (oleh para penyusun Kriteria) ternyata bahwa semakin meningkat tekanan persaingan dan tekanan strategis terhadap organisasi. Tiga tema kunci ditingkatkan pula dalam revisi Kriteria 2015-2016: (1) Manajemen Perubahan, (2) “Big Data”, dan (3) Perubahan Iklim.

(1) Manajemen Perubahan.  Perubahan Organisasional memang sulit dan pada umumnya “mengganggu” organisasi dan jajarannya. Oleh karenanya memerlukan dedikasi dan komitmen.   Peningkatan strategis dan keputusan tentang perubahan menjadi fokus pemutakhiran Kriteria.   “Batu sandungan” di banyak organisasi adalah: mendesain perubahan lebih mudah daripada adanya dedikasi dan komitmen yang diperlukan untuk mengimplementasikan, men-deploy secara penuh, dan mepertahankan perubahan.   Revisi Kriteria 2015-2016 menekankan kepada: kemampuan untuk mencapai aspek teknis perubahan.

 

(2) Big Data.  Bagi seluruh organisasi, tantangan nyata adalah: mengubah data menjadi pengetahuan dan pengetahuan dijadikan pandangan strategis yang bermanfaat.  Volume data yang harus diasimilasikan organisasi dan digunakan dalam pengambilan keputusan – mungkin sangat beragam. Semua organisasi menghadapi penggunaan data dari sumber dan mutu yang beragam pula.  Menjadi tantangan dalam hal validasi data, dan seringkali menjadi semakin sulit bila data yang divalidasi terdiri dari numerik, teks, dan video serta format lainnya.   Meningkatnya penanganan analitis data yang semakin “canggih”  dan isu mengenai integritas data.  Tantangan cybersecurity meningkatkan tekanan bagi organisasi dan kebutuhan bagi organizational sophistication.  Meningkat pula permintaan User akan kecepatan dan ketersediaan data.  Di Th 2015, Kriteria menggabungkan dan meningkatkan fokus atas: analitis data, integritas data, dan cybersecurity.

 

(3) Perubahan Iklim.  Beberapa organisasi memiliki peluang yang lebih besar dibanding yang lain untuk berkontribusi guna mengeliminasi sumber perubahan iklim – tidak ada satu pun organisasi yang imun atas dampaknya.  Ini berlaku untuk semua jenis dan ukuran bisnis, organisasi nirlaba, dan entitas pemerintah.  Seringnya terjadi badai, salju yang massif, banjir, dan power outages berpotensi mempegaruhi: rantai pasokan, kemampuan untuk bekerja, produktivitas, dan kemampuan untuk bergerak.  Peristiwa ini meningkatkan kebutuhan untuk bantuan dari layanan sosial dan instansi pemerintah.   Bagi semua organisasi, dampak perubahan iklim adalah menyangkut: pengelolaan risiko, menentukan pilihan, dan membangun  redundancies yang dapat diterima dan alternatif dalam Sistem Manajemen Kinerja – tanpa membuat overcapacity dan pemborosan.   Kontingensi ini disajikan dalam Kriteria 2015–2016. 

 

Read more...
 
BALDRIGE PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA

REVIEW  DRAF APLIKASI BALDRIGE PT PELAYARAN BAHTERA ADIGUNA TAHUN 2014

Jakarta (091214) PT Pelayaran Bahtera Adiguna bertekad untuk meningkatkan keunggulan kinerjanya dalam situasi yang semakin kompetitif sesuai Program Asesmen Baldrige untuk anak perusahaan PLN Tahun 2014Setelah berhasil menyusun draf Aplikasi Baldrige Tahun 2014, perlu dilakukan upaya untuk menyempurnakannya sehingga dapat memenuhi persyaratan Kriteria Baldrige Tahun 2014 sebelum dinilai. Untuk itu, dilakukan Workshop untuk me-review draf Aplikasi bertempat di Kantor Pusat BAg Jl Kalibesar Timur No 10-12 Kawasan Kota Tua – Jakarta Barat pada Hari Senin dan Selasa Tgl 08 dan 09 Desember 2014. Setelah Workshop ini diharapkan BAg telah memiliki Dokumen Aplikasi berbasis Kriteria Baldrige Tahun 2014 yang final dan siap diserahkan kepada Penyelenggara Program Penilaian Berbasis Baldrige. 

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) merupakan salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak dalam bidang angkutan batubara melalui laut. 

·  Sejarah Perusahan berawal pada tahun 1961, pemerintah Republik Indonesia telah menasionalisasikan perusahaan milik Belanda, NV Nederlandsch-Indische Steenkolen Handel - Maatschappij (NV. NISHM) dan diubah menjadi PN Menunda Kapal Tundabara dengan bisnis utama jasa angkutan batubara dan jasa kapal pandu.

·     Pada tahun 1966, PN Menunda Kapal Tundabara diubah menjadi PN Bahtera Adhiguna.

·   Tahun 1971 berdasarkan peraturan pemerintah nomor 15 tanggal 7 maret 1971 PN Bahtera Adhiguna, diubah jadi PT Bahtera Adhiguna (Persero) dengan aktivitas kegiatannya adalah jasa angkutan barang curah dan kargo umum, angkutan kayu, jasa keagenan kapal, EMKL, bongkar muat dari/ke kapal, galangan kapal dan kegiatan penunjang lainnya.

·     Pada Maret 2011 berdasarkan PP nomor 20 tanggal 4 Maret 2011 dengan menetapkan Penambahan Modal Negara ke dalam modal saham Perusahaan Listrik Negara yang berasal dari pengalihan seluruh saham milik Negara Republik Indonesia.

·     Pada Mei 2011, Kementerian BUMN menerbitkan surat Keputusan tentang Pengalihan Modal Saham Milik Negara Republik Indonesia dari PT Pelayaran Batubara (Persero) kepada PT PLN (Persero), 

·    Pada bulan Agustus 2011, telah diadakan penandatanganan Akta Pemindahtanganan hal atas saham milik Negara Republik Indonesia pada PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (Persero) kepada PT PLN (Persero).  

 
BALDRIGE PLN DISJAYA

 REVIEW LAPORAN OFI TO AFI PT PLN DISJAYA

Cibogo Bogor (LCI241214) Dari sepuluh langkah implementasi Program Baldrige yang standar (1. Identify organizational boundaries, 2. Select 7 Champions, 3. Decide on format for assessment, 4. Prepare Profile, 5. Practice process with Item 1.1, 6. Complete other Items, 7. Share responses/Identify +’s and –’s, 8. Prioritize, 9. Develop/implement Action Plan, 10. Evaluate/improve process), PLN Disjaya – untuk putaran Tahun 2014 telah sampai kepada langkah ke 9 Menyusun/Mengimplementasikan Rencana Tindak Lanjut. 

Mengejar “jam tayang” setoran Laporan OFI to AFI ke PLN Pusat, PLN Disjaya menyelenggarakan Review sekaligus finalisasi laporan tersebut agar bisa selesai Tgl 26 Desember 2014. Bertempat di Kampus PLN Udiklat di Cibogo, Improvement Team ber-workshop dengan tajuk: “REVIEW ACTION PLAN  OFI TAHUN 2015 PT PLN (PERSERO) DISJAYA & TANGERANG” Tgl 22-23 Desember 2014.  Tim berhasil mengidentifikasikan OFI dengan Tingkat KepentinganTinggi berdasarkan: Klasifikasi KEY THEMES; • Erat kaitannya dengan PENCAPAIAN VISI; • Berdampak pada KINERJA PERUSAHAAN; • Menyangkut BERBAGAI UNIT/FUNGSI di Perusahaan; • Menyangkut LEBIH DARI SATU KATEGORI dan atau ITEM. Secara komprehensif, Rencana Tindak Lanjut PLN Disjaya untuk Tahun 2015 ini menyangkut dua program besar berupa: Perancangan Sistem Manajemen Terpadu PLN Disjaya untuk menyempurnakan Proses (Kategori 1 s/d 6) dan Penunjukkan Fungsi Khusus Pengelolaan Kinerja Eksternal untuk data & informasi Pembandingan (Kategori 7) dengan ancer-ancer akan memakan waktu setahun penuh.

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 25

Gallery

Lembayung Center