**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home News
Berita Terbaru
PERANCANGAN DISJAYA IMS
  

Jakarta (LCI090715) Setelah PLN Disjaya berhasil menyusun Sistem Kerja, Diagram Konteks, dan Prosedur dalam Disjaya Integrated Management System, tahap selanjutnya adalah menyusun Pedoman Prosedur Terpadu/Integrated Procedure Manual (IPM). Sebelum menyusun Pedoman Prosedur Terpadu - perlu diyakini bahwa Prosedur yang telah dirancang, telah memenuhi persyaratan-persyaratan Integrated Management System (IMS). Setelah mengikuti serangkaian Review berupa Pelatihan, Workshop, dan Konsultansi ini - peserta diharapkan dapat mengenal, memahami, mendalami, merancang, dan menyempurnakan, serta mengimplementasikan persyaratan-persyaratan  IMS dalam Prosedur dan mulai menyusun Integrated Management System (IMS).

Langkah awal untuk menyusun IPM, Tim Perancang Disjaya IMS ber-workshop di Museum Listrik TMII Jakarta pada Tgl 07-08 Juli 2015 bertepatan dengan 20-21 Ramadhan 1436 H. Dalam workshop tersebut telah berhasil disusun draf Integrated Procedure Manual (IPM) Disjaya IMS dengan status revisi 00 berisi: Bab I LEMBAR KENDALI yang terdiri dari Subbab: Lembar Sampul; Daftar Isi; Daftar Distribusi; Daftar Status Revisi; dan Daftar Istilah dan Singkatan.

Penugasan berikutnya adalah penyusunan:

Bab II     PROSEDUR DALAM DK A MANAJEMEN  NIAGA

Bab III    PROSEDUR DALAM DK B MANAJEMEN KONSTRUKSI

Bab IV   PROSEDUR DALAM DK C MANAJEMEN DISTRIBUSI

Bab V    PROSEDUR DALAM DK D MANAJEMEN SDMO

Bab VI   PROSEDUR DALAM DK E MANAJEMEN KHA

Bab VII  PROSEDUR DALAM DK F MANAJEMEN KEUANGAN

Bab VIII PROSEDUR DALAM G MANAJEMEN RANTAI SUPLAI

Bab IX   PROSEDUR DALAM H MANAJEMEN TI

Bab X    PROSEDUR DALAM I MANAJEMEN K2,K3 DAN LINGKUNGAN

Bab XI   PROSEDUR DALAM J MANAJEMEN PERENCANAAN

Bab XII  PROSEDUR DALAM K MANAJEMEN RISIKO

Bab XIII PROSEDUR DALAM L SISTEM MANAJEMEN KINERJA;

 

 

Masih merupakan "pekerjaan rumah" adalah: Penuntasan Prosedur yang Belum Selesai; Mulai Menghimpun Fisik (Elektronik & Non Elektronik) Dokumen Referensi dan Dokumen Catatan yang Sudah Teridentifikasikan dalam Setiap Prosedur.  

Read more...
 
PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk
Jakarta (LCI-220515) Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero). Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik: PT Kimia Farma (Persero) Tbk – (“KAEF”).

Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Sejalan dengan kebijakan implementasi KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) di lingkungan BUMN sejak Tahun 2012,  KAEF untuk ketiga kalinya dalam Tahun 2015 ini bersiap lebih awal dalam mengimplementasikannya.  Tidak kurang dari 35 peserta mewakili seluruh jajaran perusahaan – termasuk anak perusahaan – mengikuti “Kiat Menghadapi Site Visit” yang diselenggarakan Hari Kamis Tanggal 21 Mei 2015 bertempat di Ruang Rapat Soekaryo Jl. Veteran No. 9 Jakarta Pusat.  Dibuka oleh Bpk Pujianto - Direktur Umum dan Human Capital, acara diisi dengan diskusi intensif sampai dengan pkl. 16.30 WIB.

Beberapa hal yang “crucial” dalam implementasi KPKU di KAEF di antaranya adalah langkah pertama dalam “Mengidentifikasikan Batas Organisasional”  menurut proses baku dalam implementasi Baldrige sbb: 

SEPULUH LANGKAH MEMULAI PROGRAM: 1). Mengidentifikasikan Batas Organisasional. 2). Menunjuk 7 “Jawara”. 3). Menetapkan format penilaian. 4). Menyusun Profil  5). Memulai dengan Item 1.1 6). Menyelesaikan Item lainnya. 7). Mengidentifikasikan Kekuatan dan Peluang untuk Perbaikan 8). Menenetapkan Skala Prioritas.  9). Mengembangkan/ Mengimplementasikan Rencana Tindakan, dan 10). Mengevaluasi/Memperbaiki Proses.

 

Langkah # 1:Identifikasi Batas Satuan Organisasi Yang Dinilai bertujuan:

Memastikan ruang lingkup area assessment

* Data dan informasi konsisten dikumpulkan dari area tersebut

* Champion (“Jawara”) dan anggota tim mewakili area tersebut

 

    Perlu disepakati di awal penyusunan Laporan: menentukan apakah Self Assessment and Action Planning dan Implementasi selain meliputi keseluruhan organisasi, unit, subunit, divisi, dan bagian – termasuk juga “Anak Perusahaan” atau tidak?  Hal ini penting untuk mengklarifikasikan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk dalam Laporan dan Evaluasi Implementasi KPKU. (Akta Perusahaan sebagai Badan Hukum dan Bagan Struktur Organisasi merupakan alat yang bermanfaat dalam penentuan).

 
PT JASA MARGA CABANG PALIKANCI
PELATIHAN AUDIT INTERNAL BERBASIS ISO 19011:2011
 
Cirebon (LCI301415) Mempertimbangkan semakin berkurangnya tenaga Auditor Internal di jajaran Jasa Marga Cabang Palikanci – sementara implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen K3 berbasis OHSAS 18001:2007 berjalan terus bahkan menjelang habisnya masa berlakunya sertifikat.  Sekaligus dalam rangka memenuhi kebutuhan kompetensi, JM Palikanci dengan persetujuan Jasa Marga Pusat, menyelenggarakan pelatihan Audit Internal selama 4 hari mulai Tgl 27 s/d 30 April 2015 bertempat di Aula JM Palikanci Jl. Raya Cirebon Kuningan KM 8 Ciperna - Cirebon 45171 dengan 20 peserta.
 
Pelatihan dipatok dengan Target Kompetensi:  Mencetak Auditor Internal yang menguasai bidang mutu (ISO 9001) dan K3 (OHSAS 18001) dengan level mampu membuat analisis yang lebih kompleks, me-review implementasi sistem, menjadi role model, dan menyelesaikan isu dengan efektif.
 
MATERI DAN JADWAL PELATIHAN

HARI PERTAMA

1.     PEMBUKAAN:   Registrasi; Pembukaan; Arahan Manajemen; Pre Test.

2.     OVERVIEW AUDIT INTERNAL: Ruang Lingkup; Referensi Normatif; Istilah dan Definisi.

3.     OVERVIEW ISO 9001: ISO dan Standar ISO; Family ISO 9000; ISO 9001:2008.

4.   OVERVIEW OHSAS 18001: ISO dan BSI; Standar OHSAS; Family OHSAS; OHSAS 18001:2007.

HARI KEDUA

5.     PRINSIP-PRINSIP AUDITING: Enam Prinsip Audit.

6.  PENGELOLAAN PROGRAM AUDIT: Umum; Sasaran Program Audit; Menyusun Program Audit; Melaksanaan Program Audit; Memonitor Program Audit; Meninjau dan Menyempurnakan Audit; Studi Kasus SM JM Palikanci.

HARI KETIGA

7. PELAKSANAAN AUDIT: Inisiatif Audit; Persiapan Audit; Pelaksanaan Kegiatan Audit; Penyusunan Laporan Audit; Penyelesaian Audit; Tindak Lanjut Audit; Studi Kasus SM JM Palikanci.

8.  KOMPETENSI DAN EVALUASI AUDITOR: Menetapkan Kompetensi Auditor; Menetapkan Kriteria Evaluasi Auditor; Menentukan Metode Evaluasi Auditor; Melaksanakan Evaluasi Auditor; Memelihara Kompetensi Auditor.

HARI KEEMPAT

9.     PRAKTIK AUDIT: Audit Dokumen; Audit Implementasi; Penyusunan Laporan Audit.

10. PENUTUPAN: Post Test; Langkah/Program Tindak Lanjut.

 

Pelatihan ditutup oleh General Manager JM Palikanci Teddy Rosady Hari Kamis Tgl 30 April 2015 tepat Pk 15.30.
Read more...
 
PT PJB SERVICES

WORKSHOP PEMAHAMAN KRITERIA BALDRIGE 2015-2016

Surabaya (110415) Masih dalam tekad menyusul prestasi induk perusahaannya PT PJB dalam ber”Baldrige”, PT PJB SERVICES  melakukan Workshop Pemahaman Kriteria Baldrige 2015-2016  bertempat di Kantor Pusat PJB Services Jl Juanda No 17 Sidoarjo – Surabaya pada Hari Kamis dan Jumat Tgl 09-10 April 2015. Setelah Workshop ini PT PJB SERVICES mulai akan menyusun draf Aplikasi Baldrige Tahun 2015 sesuai amanah para Pemegang Saham.

PROGRAM SELAMA DUA HARI TERSEBUT DISUSUN SBB:

HARI PERTAMA:

PEMBUKAAN: Registrasi; Pembukaan; Arahan Manajemen. 

OVERVIEW BALDRIGE: Malcolm Baldrige, Kriteria Baldrige, MBNQA. Adopsi Kriteria, Di luar Amerika, Di Indonesia. Memulai Program, Menyusun Aplikasi.

PENGENALAN KRITERIA BALDRIGE TAHUN 2015-2016: Perubahan dari Tahun ke Tahun, Perubahan Tahun 2015-2016.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI PROFIL ORGANISASIONAL:  P.1 Deskripsi Organisasional, P.2 Situasi Organisasional.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI  1 KEPEMIMPINAN: 1.1 Kepemimpinan Senior, 1.2 Tata Kelola dan Tanggungjawab Kemasyarakatan.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 2 STRATEGI: 2.1 Pengembangan Strategi, 2.2 Implementasi Strategi.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 3 PELANGGAN:    3.1  Suara Pelanggan, 3.2  Engagement Pelanggan.

HARI KEDUA:

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 4 PENGUKURAN, ANALISIS, DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN: 4.1 Pengukuran, Analisis, dan Perbaikan Kinerja Organisasional, 4.2 Manajemen Pengetahuan, Informasi, dan Teknologi Informasi. 

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 5 TENAGA KERJA: 5.1 Lingkungan Tenaga Kerja, 5.2 Engagement Tenaga Kerja.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 6 OPERASI: 6.1 Proses Kerja, 6.2 Efektivitas Operasional.

PEMAHAMAN DAN PENYUSUNAN  APLIKASI KATEGORI 7 HASIL:7.1 Hasil Produk dan Proses, 7.2 Hasil Fokus Pelanggan, 7.3 Hasil Fokus Tenaga Kerja, 7.4 Hasil Kepemimpinan dan Tata Kelola, 7.5 Hasil Finansial dan Pasar.

PENUTUPAN:  Langkah/Program Tindak Lanjut.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 26

Gallery

Lembayung Center