**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
JA slide show
 
Home
REVIEW LAPORAN KPKU PT PLN (Persero) DISTRIBUSI BALI

Denpasar (LCI-240616). PLN Disbali – dimotori oleh jajaran Bidang Perencanaan – setelah menyelenggarakan Overview Kriteria Penilaian Kinerja Unggul pada Hari Senin Tgl. 28 Maret 2016 yl. PLN Disbali melanjutkannya dengan program review draf Laporan KPKU Tahun 2016. Paralel dengan tahapan perancangan dokumen Disbali IMS, review dilaksanakan selama empat hari terhitung mulai Senin Tanggal 20 Juni sampai dengan Kamis Tanggal 23 Juni 2016 bertempat di Kantor PLN Mengwi dan Kantor Distribusi Bali.

Jadwal review diatur sesuai dengan urutan Kategori dalam KPKU dengan diawali review atas draf Profil Organisasional.

Senin 20 Juni 2016

BAGIAN I: TENTANG PROFIL PERUSAHAAN

PROFIL PERUSAHAAN: P.1 Gambaran Umum Perusahaan; P.2 Situasi Perusahaan.

BAGIAN II: TENTANG KESISTEMAN PERUSAHAAN

KATEGORI 1 KEPEMIMPINAN: 1.1 Kepemimpinan Senior; 1.2 Tata Kelola dan Tanggung Jawab Kemasyarakatan.

Selasa 21 Juni 2016

KATEGORI 2 PERENCANAAN STRATEGIS: 2.1 Pengembangan Strategi; 2.2 Implementasi Strategi.

KATEGORI 3 FOKUS PELANGGAN: 3.1 Suara Pelanggan; 3.2 Keterikatan (Engagement) Pelanggan.

Rabu 22 Juni 2016

KATEGORI 4 PENGUKURAN, ANALISIS, dan P. PENGETAHUAN: 4.1 Pengukuran, Analisis, dan Perbaikan Kinerja Organisasi; 4.2 Manajemen Pengetahuan, Informasi, dan Teknologi Informasi.

KATEGORI 5 FOKUS TENAGA KERJA: 5.1 Lingkungan Tenaga Kerja; 5.2 Engagement Tenaga Kerja.

Kamis 23 Juni 2016

KATEGORI 6 FOKUS OPERASI: 6.1 Proses Kerja; 6.2 Efektivitas Operasional.

BAGIAN III: TENTANG HASIL-HASIL USAHA

KATEGORI 7 HASIL: 7.1 Hasil Produk dan Proses; 7.2 Hasil Fokus Pelanggan; 7.3 HasiL Fokus Tenaga Kerja; 7.4 Hasil Kepemimpinan dan Tata Kelola; 7.5 Hasil Finansial dan Pasar.

                                                                    ***** 

 
KPKU PT PLN (Persero) UNIT INDUK PEMBANGUNAN PAPUA
Jakarta (110616). Melalui serangkaian kontak awal antara PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan XIV dengan Lembayung Center, akhirnya disepakati Tim Champion KPKU melakukan Workshop Penyusunan Laporan Implementasi KPKU Tahun 2016 bertempat di Kantor Perwakilannya di Jl. Tirtayasa IX No 12 Kebayoran Baru Jakarta Tgl 08 sampai dengan 10 Juni 2016.

Dalam workshop tersebut dibahas:

OVERVIEW KPKU: Sejarah dan Latar Belakang; Memulai Program dan Menyusun Laporan Implementasi; Kriteria Penilaian Kinerja Unggul 2015. PETUNJUK MERESPONS KPKU TAHUN 2015-2016 (KRITERIA BALDRIGE 2013-2014): Bagian I: Profil Organisasi; Bagian II: Kesisteman; Bagian III: Hasil-HasilPENYUSUNAN LAPORAN BAGIAN I PROFIL ORGANISASI. PENYUSUNAN BAGIAN II KESISTEMAN: KATEGORI 1. KEPEMIMPINAN; KATEGORI 2. PERENCANAAN STRATEGI; KATEGORI 3. FOKUS PADA PELANGGAN; KATEGORI 4. PENGUKURAN, ANALISIS, DAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN; KATEGORI 5. FOKUS PADA TENAGA KERJA; KATEGORI 6. FOKUS PADA OPERASI; PENYUSUNAN BAGIAN III HASIL: KATEGORI 7. HASIL-HASIL USAHA.

Setelah cukup bekal pemahaman tentang KPKU 2016, tugas berat selanjutnya adalah menyusun Laporan Implementasi KPKU 2016 PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Tahun 2016 dengan target telah diunggah ke dalam SILM paling lambat pada akhir Juni 2016 sesuai dengan pedoman yang diterbitkan Kepala Satuan Kinerja Korporat No. 0008/SKK.01.01/SPKK/2016 Tgl 13 Januari 2016 Perihal: Implementasi KPKU Unit Tahun 2016. Selamat Berjuang.....

 

 
DISBALI INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM
Denpasar (LCI-160716). Tgl 14 dan 15 Juli 2016, Tim Perancang Disbali IMS mengadakan Workshop Pengembangan Daftar Induk Dokumen Referensi & Daftar Induk Dokumen Catatan bertempat di Ruang Bougenville Kantor PT PLN (Persero) Distribusi Bali.  Langkah ini dilakukan setelah seluruh Prosedur dalam Disbali IMS selesai di-review – yang menurut kalkulasi terakhir berjumlah 54 (lima puluh empat) Prosedur yang kemudian dihimpun menjadi Integrated Procedure Manual.
Yang menjadi dasar penyusunan ini adalah:

Spec PAS 99:2012 Nomor: 3.12 yang mendefinisikan Informasi Terdokumentasi: Informasi yang perlu dikendalikan dan dipelihara oleh organisasi dan media yang memuat isinya. CATATAN 1: Informasi terdokumentasi bisa dalam berbagai format dan media serta dari berbagai sumber. CATATAN 2 Informasi terdokumentasi dapat mengacu kepada: • Sistem manajemen termasuk proses terkait; • Informasi yang dibuat untuk operasi organisasi (dokumentasi); • Bukti hasil yang dicapai (catatan).

Nomor 7.5.1 Umum - yang mempersyaratkan:

Organisasi informasi terdokumentasi SMT harus meliputi:

a)    Deskripsi ruang lingkup sistem manajemen termasuk SSM yang diimplementasikan;

b)    Pernyataan kebijakan dan sasaran organisasi;

c)  Pedoman sistem (berbasis elektronik atau kertas), menguraikan elemen-elemen utama sistem manajemen dan interaksinya, termasuk kebijakan umum, proses-proses dan prosedur serta referensi  dokumen terkait;

d)  Prosedur terdokumentasi dan catatan yang dipersyaratkan SSM yang diimplementasikan organisasi (berbagai disiplin bisa memiliki persyaratan spesifik untuk membuat catatan yang diperlukan untuk alasan regulasi, asuransi dlsb);

e)  Dokumen yang diperlukan oleh organisasi guna memastikan efektivitas perencanaan, operasi dan pengendalian atas proses-proses.

 

***** 

Read more...
 
INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM PT PLN (Persero) DISTRIBUSI JAKARTA RAYA
Ciawi- Bogor (LCI-020616). Melengkapi kebutuhan Auditor Internal IMS PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya, diselenggarakan Pelatihan Auditor Internal IMS Angkatan II bertempat di Hotel Bumi Tapos Ciawi Bogor selama tiga hari pada Tanggal 30 Mei 2016 s/d 01 Juni 2016.

Sesuai dengan persyaratan berbagai Standar Manajemen yang diintegrasikan oleh PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dalam Disjaya IMS – wajib hukumnya pelaksanaan Auditor Internal.  Untuk pelaksanaannya Audit Internal dilakukan oleh “Auditor Internal yang Terlatih”.  Acuan yang digunakan adalah Standar Internasional ISO 19011.

 

Materi Pelatihan bersumber kepada persyaratan yang dituangkan dalam Standar ISO tersebut:

Pendahuluan - 1 Ruang Lingkup - 2 Referensi Normatif - 3 Istilah dan Definisi - 4 Prinsip Auditing.

5 Mengelola Program Audit: 5.1 Umum; 5.2 Menetapkan Sasaran Program Audit; 5.3 Menetapkan Program Audit; 5.4 Implementasi Program Audit; 5.5 Memonitor Program Audit; 5.6 Review dan Perbaikan Program Audit.

6 Melaksanakan Audit: 6.1 Umum; 6.2 Menginisiasi Audit; 6.3 Mempersiapkan Aktivitas Audit; 6.4 Melaksanakan Aktivitas Audit; 6.5 Mempersiapkan dan Mendistribusikan Laporan Audit; 6.6 Menyelesaikan Audit; 6.7 Melaksanakan Tindak Lanjut Audit.

7 Kompetensi dan Evaluasi Auditor: 7.1 Umum; 7.2 Menetapkan Kompetensi Audit Guna Memenuhi Kebutuhan Program Audit; 7.3 Menetapkan Kriteria Evaluasi Auditor; 7.4 Menyeleksi Metode Evaluasi Auditor yang Cocok; 7.5 Melaksanakan dan Memperbaiki Kompetensi Auditor; 7.6 Memelihara dan Memperbaiki Kompetensi Auditor.

Lampiran A (informatif) Petunjuk dan Contoh Ilustratif Pengetahuan dan Ketrampilan Disiplin Khusus Auditor.

Lampiran B (informatif) Petunjuk Tambahan untuk Merencanakan dan Melaksanakan Audit. 

 


Page 4 of 26

Gallery

Lembayung Center